UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN RIMPANG DENGAN BERBAGAI FRAKSI BAHAN FILTER TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS DAN ASPERGILLUS FLAVUS

Penulis

Nurul Sulistia , Melati Yulia Kusumastuti , Cut Fatimah

DOI:

10.013201/xhf8dm15

Unduhan

Diterima: 2025-08-05
Diterbitkan: 2024-06-20

Abstrak

Daun rimbang (Solanum torfum swartz) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang dapat digunakan sebagai agen anti gatal, terutama pada selangkangan dan lipatan kulit yang dapat disebabkan oleh jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol dan berbagai fraksi daun rimbang (Solanum torfum swartz) terhadap jamur Candida albicans dan Aspergillus flavus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan sampel daun rimbang, pembuatan simplicia, mikroskopis, pemeriksaan makroskopis dan penentuan kadar air, pembuatan ekstrak daun rimbang dengan berbagai konstituen etanol n-heksana dan etil asetat, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas anti jamur menggunakan metode difusi cakram kertas terhadap jamur Candida albicans dan Aspergillus flavus. Hasil penetapan kadar air simpleks 3%, skrining fitokimia daun rimbang segar, simpleks, dan ekstrak etil asetat mengandung semua ompound metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid atau triterpenoid, dan glikosida. Ekstrak etanol mengandung semua senyawa metabolit sekunder, kecuali steroid atau triterpenoid. Ekstrak N-heksana hanya mengandung alkaloid dan steroid. Semua ekstrak memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans pada konsentrasi 500 mg/ml, ekstrak etanol 8,27 mm, ekstrak n-heksana 8,33 mm, ekstrak etil asetat terbaik 13,07 mm. Aktivitas antijamur terhadap Aspergillus flavus pada konsentrasi 500 mg/ml ekstrak etanol 9,870 mm fraksi n-heksana 9,70 mm dan ekstrak etil asetat terbaik 10,07 mm.

Kata Kunci:

Anti-Jamur Solanum Torvum Swartz Candida Albicans Aspergillus flavus

Referensi

Adegoke, A. A., & Adebayo-tayo, B. C. (2009). Antibacterial activity and phytochemical analysis of leaf extracts of Lasienthera africanum. African Journal of Biotechnology, 8(1), 077–080.

Cheeke, P. R. (1998). Natural Toxicants in Feeds, Forages, and Poisonous Plants (2nd ed.). Interstate Publishers.

Cushnie, T. P. T., & Lamb, A. J. (2005). Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents, 26(5), 343–356. https://doi.org/10.1016/j.ijantimicag.2005.09.002

Erina, E., Roslizawaty, R., & Wahyuli, S. (2019). Isolasi Candida sp. dan Aspergilus sp. pada Tembolok (Ingluviens) Ayam Ras dan Ayam Buras di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Jurnal Agripet, 19(1), 51–58. https://doi.org/10.17969/agripet.v19i1.13162

Hagen, S., Marx, F., Ram, A. F., & Meyer, V. (2007). The antifungal protein AFP from Aspergillus giganteus inhibits chitin synthesis in sensitive fungi. Applied and Environmental Microbiology, 73(7), 2128–2134. https://doi.org/10.1128/AEM.02497-06

Ismaini, L. (2011). Aktivitas Antifungi Ekstrak ( Centella asiatica (L. ) Urban terhadap Fungi Patogen pada Daun Anggrek ( Bulbophyllum flavidiflorum Carr. ). 14(D), 47–50.

Kusmiyati, K., & Agustini, N. W. S. (2006). Antibacterial activity assay from Porphyridium cruentum microalgae. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 8(1), 48–53. https://doi.org/10.13057/biodiv/d080110

Lely, N. (2016). UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBAEKSTRAK DAUN RIMBANG (Solanum torvum Swartz)TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aures,Escherichia coli DAN JAMUR Candida albicans. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 1(2), 55–58.

MS, A. (2004). Epidemiologi Dermatomikosis di Indoneisa (III). Balai Penerbit FKUI.

Mutiawati, V. K. (2016). PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI PADA CANDIDA ALBICANS. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016, 53–63. http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JKS/article/view/5013/4444

Naglik, J. R., Richardson, J. P., & Moyes, D. L. (2014). Candida albicans Pathogenicity and Epithelial Immunity. PLoS Pathogens, 10(8), 8–11. https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1004257

Preedy, V. R., & Watson, R. R. (2010). Bioactive Foods in Promoting Health: Probiotics and Prebiotics. Academic Press.

Purkan, P., Baktir, A., & Sayyidah, A. R. (2016). PRODUKSI ENZIM KITINASE DARI Aspergillus niger MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI INDUSER. Jurnal Kimia Riset, 1(1), 34. https://doi.org/10.20473/jkr.v1i1.2440

Restrepo, A., Gonzalez, A., & Agudelo, C. A. (2011). Essentials of Clinical Mycology. In Springer Science+Business Media. Springer Science+Business Media. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-6640-7_21

Subhisha, S., & Subramoniam, A. (2005). Antifungal activities of a steroid from Pallavicinia lyellii, a liverwort. Indian Journal of Pharmacology, 37(5), 304–308. https://doi.org/10.4103/0253-7613.16854

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN RIMPANG DENGAN BERBAGAI FRAKSI BAHAN FILTER TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS DAN ASPERGILLUS FLAVUS. (2024). Journal of Pharmaceutical and Medicine, 1(1), 1-5. https://doi.org/10.013201/xhf8dm15

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.